News / DUNIA PERS INDONESIA
 
Pers Indonesia di Internasional
By admin
Monday, October 24, 2011 05:32:00 Send to a friend Print Version
Pers Indonesia di Internasional

Senin, 24 October 2011 05:32
Naim Emel Prahana

Praktisi pers dan sosial budaya

KEMATIAN mantan pemimpin Libya, Kolonel Moammar Khadafi, saat ini masih menjadi pemberitaan media massa cetak maupun elektronik, baik di luar negeri maupun di Indonesia.

Bangsa dan negara Indonesia tidak dirugikan apa pun dengan kematian Khadafi. Akan tetapi, ada kaitan emosional yang kental karena sebagian besar penduduk Indonesia dan Libya beragama Islam.

Dengan demikian, pers Indonesia yang hidup dan ditumbuhkan di tengah masyarakat yang mayoritas Islam tanpa filter tanpa mempertimbangkan sifat kemanusiaan bebas memetik lansiran berita-berita dari pers asing atau dari kantor berita asing. Itulah yang terjadi, seperti ketika Presiden Irak Saddam Husein ditangkap tentara Amerika Serikat, sama halnya ketika Osama Bin Ladin ditangkap tentara AS. Seakan-akan pers Indonesia turut bergembira.

Turut menyatakan perang terhadap peristiwa seperti di tiga negara yang runtuh akibat koalisi Amerika dan sekutunya dari Eropa. Padahal, apa pun tipisnya kemesraan Indonesia dan para tokoh yang terbunuh secara mengenaskan itu masih ada hubungan emosional yang kental, yaitu ideologi Islam.

Sayangnya, pers Indonesia tidak banyak memahami filosofi hubungan emosional seperti itu sehingga propaganda Amerika dan sekutunya yang terus dilancarkan melalui media massa mereka, ditelan bulat-bulat oleh pers Indonesia. Sesuatu yang ganjil, jika kita melihat kenyataan itu. Seharusnya pers Indonesia dapat menyuarakan bagaimana sebenarnya posisi masyarakat Islam yang satu dengan lainnya memiliki hubungan emosional karena ideologi agama, bukan negara.

Setidak-tidaknya pemberitaan pers asing, apakah melalui media massa atau kantor berita bisa ditelaah dengan baik. Apakah pemberitaan itu diboncengi propaganda Zionis Amerika atau kepentingan ideologi agama masyarakat negara-negara Barat yang non-Islam.

Akhirnya, karena pers di negara-negara yang masyarakatnya mayoritas beragama Islam ikut menyebarluaskan propaganda pers Barat. Dengan mudah misi-misi zionis yang mengendalikan pemerintahan Amerika dan sekutunya dapat mengklaim (dapat menuduh) apa saja negara-negara Islam dan negara-negara mayoritas penduduknya beragama Islam sebagai sarang teroris.

Keseimbangan Informasi

Tidak satu pun negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, apalagi negara-negara Islam yang bebas dari cengkeraman Amerika dengan dalih sarang teroris dan memproduksi senjata nuklir. Irak yang sejak lama menjadi sekutu AS akhirnya hancur oleh Amerika, Pakistan yang juga sekutu Amerika, juga luluh lantak oleh Amerika, apalagi Afghanistan, Yordania, Yaman, Arab Saudi, Suriah, pada akhirnya banyak yang menjadi kaki tangan negara Amerika.

Beberapa tahun terakhir, Amerika mulai meratakan negara-negara Afrika Utara yang mayoritas penduduknya Islam. Misi itu berhasil, Mesir luluh lantak, Aljazair sudah lama tenggelam, Sudan semakin susah dengan perang saudaranya, Somalia apalagi dan terakhir Libya. Tuntas sudah misi Zionis Israel yang bercita-cita ingin menjadikan dunia tanpa negara, tanpa pemerintah dan yang berkuasa adalah Israel.

Ketika pasukan sekutu memerangi Irak setelah negara Saddam Husein itu menginvasi Kuwait ada media di Indonesia yang memberitakan Perang Teluk dengan menyajikan keseimbangan informasi yang luar biasa. Hal itu disajikan dengan baik oleh harian Merdeka.

Setelah harian Merdeka bubar dan diambil alih oleh Jawa Post Grup, maka secara pasti pers Indonesia kehilangan pijakan tentang pemberitaan liar negerinya, khususnya menyangkut masyarakat Islam di negara lain. Yang masih kental uraian-uraian luar negerinya yang terasa adalah harian Prioritas, yang kini menjadi harian Media Indonesia.

Pengaruh Pers

Masalah TKW-TKI Indonesia yang mengalami berbagai penganiayaan dan ancamana hukuman mati di luar negeri tidak dapat diselesaikan dengan baik. Sebab, posisi pers Indonesia yang kurang mantap. Sebagian memberitakan penderitaan para TKI-TKW, yang sebagian besar menolak dihentikannya pengiriman tenaga kerja ke luar negeri.

Pengaruh pers sangat dahsyat, oleh karena itu dalam banyak masalah internasional, pers berperan sangat konstruktif penyelesaian berbagai kasus antarwarga negara atau antar negara-negara.

Pers Indonesia yang sekarang giat-giatnya memberlakukan sertifikasi wartawannya, masih menyisakan pelajaran ideologi bangsa dan negara kepada insan pers yang akan disertifikasi................

Sumber: Lampung Post
Berita Lengkap: http://www.lampungpost.com/opini/12949-pers-indonesia-di-internasional.html
 
More DUNIA PERS INDONESIA News
. Pers Kita dan Integritas
. Berita Dewan Pers : Survei Penggunaan Konten di Media Sosial/Jejaring Sosial
. Sifat Responsif Presiden RI Terhadap Pers Indonesia
. Pers Indonesia Belum Demokratis
. Sertifikasi dan Karir Wartawan
. Pertemuan Forum Jurnalis Indonesia Kamis (17/11)
. Perpustakaan Pers Nasional Pertamakali Didirikan Di Indonesia
. SBY Anggap Pers di Indonesia Masih Wajar (Januari 2011)
. Pers Malaysia-Indonesia Saling Provokasi
. Sekilas Sejarah Pers Nasional

DUNIA PERS INDONESIA

Baca Berita Setiap Hari

Salah satu tujuan website ini adalah membantu Pelajar dan Guru di Indonesia untuk mencari informasi mengenai Perkembangan Pendidikan. Kebiasaan Membaca adalah isu yang sangat penting dan Kami memasang berita baru di website ini dengan tujuan membantu tetapi itu sangat penting bahwa anda membaca berita secara luas setiap hari. Coba membaca beberapa artikel setiap hari:

Media Indonesia News and Views
Kompas.Com
Republika Online
Suara Pembaruan
Harian Komentar
detikNews Situs Warta Era Digital
Web.Bisnis.Com
TheJakartaPost.Com


Pendidikan Bermutu

Pendidikan Kelas Dunia


Metodologi Bermutu

Metodologi Indonesia


Bertaraf Nasion'l

Sekolah Bertaraf Nasional Indonesia


Pelajaran Berbasis-ICT?

Ilusi atau Solusi
Ilusi Atau Solusi?


Chat dan Saran Anda


E-MajalaH Indonesia

E-MajalaH Indonesia